Jumat, 21 Februari 2014

Tugas 3 Ilmu Sosial Dasar


NEGARA DAN WARGA NEGARA
  
    Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

    Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam kontrol satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya.

Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya.

Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.

Di bawah teori kontrak sosial, status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban. Dalam filosofi "kewarganegaraan aktif", seorang warga negara disyaratkan untuk menyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi, layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupan masyarakatnya. Dari dasar pemikiran ini muncul mata pelajaran Kewarganegaraan yang diberikan di sekolah - sekolah.

http://id.wikipedia.org/wiki/Negara 
http://id.wikipedia.org/wiki/Kewarganegaraan

Jadi negara adalah suatu kesatuan rakyat yang di dalam nya tersusun suatu organisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu, di jalankan oleh orang orang tertentu dan rakyat sebagai pendukung, rakyat itulah yang di sebut kewarganegara, sekelompokan orang yang singgah di suatu negara tersebut. 

Sistem dalam negara sangat mempengaruhi warga negara, karena warga negara secara tidak langsung harus mematuhi aturan – aturan dalam suatu negara. banyak aturan – aturan di dalam sistem negara yang tidak memihak semua warga negara melainkan memihak kepada sebagian warga negara. Sistem negara seperi itu lah yang menghancurkan Negara, Karena akan banyak perselisihan – perselisihan antar warga negara yang nantinya juga akan merugikan negera tersebut.

Tugas Ilmu Sosial Dasar

KEMACETAN DI JAKARTA

Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk.

Penyebab kemacetan
  • Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan
  • Terjadi banjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan
  • Ada perbaikan jalan,
  • Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, spt : berjalan lambat di lajur kanan dsb.
  • Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
  • Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
  • Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas
  • Banyak orang yang menyebrang di jalan tersebut
  • Walaupun di jalan SATU ARAH, masih ada pengendara yang NYELONONG dari arah yang TERLARANG / berlawanan.
Dampak negatif kemacetan

Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain disebabkan :
  • Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah
  • Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,
  • Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,
  • Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal,
  • Meningkatkan stress pengguna jalan,
  • Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya.
Pemecahan permasalahan kemacetan
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehensif yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
Peningkatan kapasitas
Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti:
  1. Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan,
  2. Mengubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,
  3. Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.
  4. Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak sebidang/flyover,
  5. Mengembangkan inteligent transport sistem.
  6. Memberikan Sanksi Jika Ada Yang Melanggar
Keberpihakan kepada angkutan umum
Jalur Bus Transjakarta (Busway)
Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan adalah mengoptimalkan kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain:
  1. Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum.
  2. Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta dikenal sebagai Busway,
  3. Pengembangan kereta api kota, yang dikenal sebagai metro di Perancis, Subway di Amerika, MRT di Singapura
  4. Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transjakarta, Batam ataupun Jogjakarta maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor, bea masuk kepada angkutan umum,
Pembatasan kendaraan pribadi
Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrem sebagai berikut:
  1. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya,
  2. Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
  3. Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motor masuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.

Dari pembahasan tentang kemacetan di Jakarta, pada kenyataannya kemacetan yang sering terjadi karena Kendaraan yang melintas melebihi kapasitas jalan, Permasalahan banjir yang terkadang membuat kendaraan tidak dapat melintas sehingga terjadinya kemacetan dan Penyempitan jalan di Jakarta.
Kendaraan yang melintas melebihi kapasitas jalan karena kendaraan yang sudah melebihi batas yang berada di jakarta, Banjir di sebagian jalan terjadi karena tersumbatnya aliran air pada jalan tersebut dan Penyimpitan jalan terjadi biasanya karena :
1.     Parkir liar yang memanfaatkan sebagian jalan,
2.    Kegiatan Pasar atau yang sering kita sebut Pasar tumpah, kegiatan tersebut Memakai  sebagian jalan karena lahan pasar yang kurang cukup untuk menampung pedagang,
3.  Walaupun hanya beberapa pendapat orang akan tetapi Jalur Basway menjadi alasan semakin bertambahnya kemacetan di Jakarta, karena Jalur basway juga memakai sebagian jalan.

Hal - hal tersebut yang harus di pecahkan permasalahannya agar mengurangi kemacetan dan bahkan menghilangkan kemacetan walaupun butuh waktu yang tidak sedikit, seperti : Keberpihakan kepada kendaraan Umum, Membatasi Produksi Masal mobil dan pembelian mobil pribadi untuk daerah Jakarta, Pemecahan masalah untuk Penyempitan jalan di jakarta yaitu :
      1. Menghilangkan Parkir – parkir liar yang memakai sebagian jalan,
      2. Memperluas area Pasar atau memindahlan Pasar tersebut ke tempat yang lebih lanyak dan tidak memakai sebagaian jalan,
      3. Memperlebar jalan. 

Pada dasarnya dalam mengatasi kemacetan di jakarta ini harus terorganisasi karena kita ambil contoh keberpihakan kepada kendaraan umum bagi para pengguna kendaraan pribadi, ini menjadi sulit di wujudkan karena bagi pengguna kendaraan pribadi kendaraan umum kita masih tidak layak, tidak nyaman dan tidak aman.
Jadi lembaga – lembaga Negara yang harus terorganisasi karena tidak hanya satu lembaga Negara yang mengurusi penyebab – penyabab kemacetan Seperti Bagian yang mengurusi Tata kota, Penertiban – penertiban yang melanggar hukum, Permasalahan – permasalahan kendaraan umum Negara supaya lebih nyaman bagi pengguna kendaraan pribadi yang beralih ke kendaraan umum, dan sebagainya.